Tautan-tautan Akses

Utusan Iran di PBB Ajukan Protes Ancaman Berbahaya Israel Terhadap Iran


Utusan Iran di Perserikatan Bangsa Bangsa mengajukan keluhan kepada PBB mengenai apa yang disebutnya sebagai ancaman berbahaya oleh Israel terhadap Iran. Kantor Berita Pemerintah Iran mengatakan, utusan itu, Mohammad Javad Zarif, mengajukan keluhan itu dalam sepucuk surat kepada Sekretaris Jenderal PBB Kofi Annan.

Dalam surat tersebut, Zarif menyebutkan contoh-contoh mengenai apa yang dikatakannya ancaman oleh Israel tahun ini dan mendesak Dewan Keamanan PBB agar mengambil tindakan terhadap mereka. Zarif merujuk pada pernyataan seorang pejabat senior Israel baru-baru ini yang mengatakan bahwa Israel tidak mengesampingkan serangan penangkal terhadap Iran untuk mencegah Iran memiliki senjata nuklir. Dalam wawancara yang dimuat dalam surat kabar, Wakil menteri Pertahanan Israel Ephraim Sneh mengatakan, ia tidak menganjurkan serangan semacam itu, dan mengatakan, ia menganggapnya hanya sebagai cara terakhir.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengatakan, pemerintahnya akan bekerjasama dengan Iran untuk memulai lagi pembicaraan enam pihak mengenai program nuklir Iran. Menteri Lavrov mengatakan, para pejabat Rusia berencana dalam beberapa hari ini mengontak negara-negara lain guna membahas cara-cara untuk memulai lagi pembicaraan yang gagal. Ia menyampaikan komentar itu hari Sabtu, setelah Presiden Rusia Vladimir Putin bertemu dengan perunding utama Iran mengenai nuklir, Ali Larijani di Moskow.

Dalam bulan Juni, 5 anggota tetap Dewan Keamanan PBB dan Jerman menawarkan kepada Iran sejumlah insentif kalau Iran bersedia menghentikan proses memperkaya uranium. Teheran telah menolak permintaan itu dengan alasan Iran mempunyai hak untuk mengembangkan energi nuklir. Di Dewan Keamanan PBB, negara-negara Eropa telah mengusulkan sanksi terhadap Iran untuk menekan Pemnerintah Teheran agar menghentikan proses itu. Hari Jum’at, Perunding Nuklir Iran, Ali Larijani memperingatkan bahwa kemungkinan pengenaan sanksi tidak akan meningkatkan solusi politik terhadap sengketa itu.

XS
SM
MD
LG