Tautan-tautan Akses

Pejabat Srilanka dan Macan Tamil Saling Tuduh Dalam Perundingan di di Jenewa


Pejabat Srilanka dan macan Tamil yang bertemu di Jenewa saling tuduh bahwa pihak lawan-lah yang bertanggung-jawab atas peningkatan aksi kekerasan di Srilanka. Ketua delegasi pemerintah Srilanka dan perunding utama macan Tamil menggunakan pidato pembukaan hari sabtu untuk menyerang pihak lawan dengan tuduhan bahwa mereka-lah yang bertanggung jawab atas bentrokan itu.

Ketua tim perunding Norwegia, Erik solheim memperingatkan kedua delegasi, bahwa rakyat Srilanka dan dunia sudah hampir kehilangan kesabaran atas lambatnya proses perdamaian itu. Kelompok macan Tamil telah berjuang sejak tahun 1983 untuk mendirikan negara terpisah, karena katanya pemerintahan mayoritas yang dipimpin suku sinhala telah melakukan tindakan diskriminatif terhadap mereka. Kira-kira 65,000 orang tewas sebelum dicapainya gencatan senjata tahun 2002.

Sebelumnya dilaporkan, beberapa jam sebelum pembicaraan damai di Jenewa tersebut dimulai, tersangka pemberontak Macan Tamil meledakkan dua bom pinggir jalan yang mencederai sekurang-kurangnya enam polisi di daerah-daerah Sri Lanka bagian utara dan timur yang rusuh. Tekanan internasional meningkat terhadap kedua belah pihak agar melanjutkan perundingan perdamaian setelah masa delapan bulan, namun diperkirakan tidak akan ada terobosan besar.

Para diplomat mengatakan persetujuan untuk mengadakan pembicaraan lagi setelah pertemuan dua hari itu akan dianggap sebagai suatu keberhasilan. Pemberontak mengatakan mereka ingin memusatkan perhatian pada isu-isu kemanusiaan, termasuk kesepakatan untuk membuka kembali jalan raya utama menuju semenanjung Jaffna, Sri Lanka utara. Tetapi para pejabat pemerintah mengatakan mereka ingin membicarakan isu-isu politik dan pembangunan, dan juga keprihatinan mengenai tentara anak-anak.

XS
SM
MD
LG