Tautan-tautan Akses

Indonesia Menunda Pengiriman Pasukan ke Libanon Karena Masalah Logistik


Juru bicara militer Indonesia, Kamis, mengatakan, Indonesia terpaksa menunda pengiriman pasukan ke Libanon untuk bergabung dengan misi PBB bagi pemeliharaan perdamaian, karena masalah logistic.

Kontingen pendahuluan, yang beranggotakan 125 sedianya berangkat akhir pekan ini, dan kontingen utama yang terdiri dari 725 tentara akan menyusul awal November.

Kata jurubicara itu, Laksamana Muda Mohammad Sunarto kepada wartawan, kontingen pendahuluan akan berangkat 5 November, dan kontingen utama dua pekan kemudian, sekitar 22 November.

Putra Presiden SBY, Letnan Angkatan Darat juga termasuk dalam kontingen pendahuluan.

Yudhoyono sendiri, Jenderal purnawirawan Angkatan Darat, pernah memimpin tim pengamat militer Indonesia pada misi pemeliharaan perdamaian PBB ke Bosnia, pertengahan tahun 1990-an.

Israel semula berkeberatan atas pasukan pemelihara perdamaian yang datang dari Negara-negara yang tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel, namun kemudian mengubah sikapnya. Indonesia – Negara yang paling banyak berpendududk muslim di dunia, juga tidak memiliki hubungan diplomatic dengan Israel.

Pasukan PBB itu, yang dikenal dengan nama UNIFIL II, akan ditempatkan di sebelah selatan Libanon, sesudah gencatan senjata menghentikan perang 34 hari antara Israel dan kelompok militant Islam Hamas, 14 Agustus lalu.

XS
SM
MD
LG