Tautan-tautan Akses

Pasukan Perdamaian Indonesia Positif Diberangkatkan Pada Bulan Oktober


Departemen Luar Negeri Indonesia mengatakan, meskipun pasukan Indonesia telah siap diberangkatkan ke Lebanon, masih terdapat sejumlah kendala teknis yang dihadapi oleh PBB. Juru bicara Departemen Luar Negeri Indonesia, Desra Percaya, di Jakarta mengatakan, pasukan perdamaian Indonesia positif diberangkatkan pada Oktober ini.

Namun demikian, keberangkatan mereka tetap harus menunggu keputusan PBB karena masih terdapat sejumlah kendala teknis yang dihadapi, menyangkut pengaturan jumlah pasukan yang mencapai ribuan personil. Hal tersebut, kata Desra, telah pula dibicarakan dalam sidang Majelis Umum PBB di New York pekan lalu: Dengan jumlah tentara yang puluhan ribu begitu kan tidak mudah (untuk) langsung datang dan di deploy begitu saja. Itu pertama, jadi ada pengaturan teknis dari New York .

Desra menambahkan, penempatan pasukan perdamaian itu nanti juga harus bersamaan dengan withdrawal atau penarikan mundur pasukan Israel dari wilayah Lebanon , yang sampai saat ini belum sepenuhnya dilakukan: ?Dari resolusi 1701 itu kan ada yang dikatakan sebagai withdrawal of the Israeli troops in parallel with deployment UN troops, itu sangat teknis sekali. Tidak semudah itu bahwa di atas kertas ini dilakukan, tetapi di lapangan perlu juga dilakukan penyiapan-penyiapan. Jadi lebih kepada masalah teknis, dan tidak ada permasalahan dari kita?.

Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Djoko Santoso beberapa waktu lalu telah mengemukakan, kesiapan personel dan peralatan pendukung pasukan TNI yang akan diberangkatkan ke Lebanon, telah mencapai 80-90 persen. Pasukan perdamaian Indonesia itu telah disiagakan sejak September lalu. Dalam kesempatan jumpa pers, Desra Percaya juga meluruskan informasi yang beredar seputar keterlibatan pihak keamanan Amerika Serikat dalam pembiayaan pasukan perdamaian Indonesia ke Lebanon .

Desra menjelaskan, sesuai dengan resolusi Dewan Keamanan PBB nomor 1701, dalam hal penempatan pasukan perdamaian ada pihak-pihak yang berkontribusi untuk itu; dan kebetulan Amerika Serikat dan Jepang adalah negara-negara yang menjadi penyumbang terbesar untuk PBB. Sekali lagi ia menegaskan, keberangkatan dan penempatan pasukan Indonesia ke Lebanon tidak atas biaya siapapun, dan menjadi tanggungjawab PBB.

XS
SM
MD
LG