Tautan-tautan Akses

Militer Thailand Menahan Empat Pembantu Dekat Thaksin Shinawatra


Dalam keterangan di Bangkok hari Kamis pimpinan kudeta militer di Thailand mengatakan mereka telah menahan empat pembantu dekat Perdana Menteri Thaksin Shinawatra yang digulingkan. Mereka adalah deputi perdana menteri, seorang pembantu utama bekas Perdana Menteri Thaksin, Menteri Lingkungan Hidup dan Menteri Sekretaris Kabinet.

Penahanan terhadap mereka dilakukan menyusul pengumuman pimpinan kudeta lewat siaran televisi nasional pada hari sama melarang semua bentuk pertemuan politik dan meminta partai-partai politik menghentikan semua kegiatan.

Pimpinan kudeta juga melarang orang berkumpul lima orang atau lebih, mengenakan batas-batasan baru terhadap media termasuk melarang penerbitan opini publik. Semua larangan berlaku sampai reformasi yang direncanakan selesai. Pimpinan kudeta berjanji akan mengangkat perdana menteri sementara dalam waktu dua minggu dan mengadakan pemilihan umum dalam waktu setahun.

Sementara itu, pemerintah Amerika sedang meninjau-ulang bantuan kepada Thailand menyusul kudeta militer terhadap pemerintah pimpinan Perdana Menteri Thaksin Shinawatra. Asisten menteri luar negeri Amerika untuk masaalah Asia Timur, Christopher Hill mengatakan Washington menganggap kudeta itu ‘langkah mundur bagi demokrasi di Thailand.’ Ia menambahkan para pejabat Amerika terus mengikuti dari dekat perkembangan di Bangkok.

Juru bicara Gedung Putih Tony Snow menerangkan kepada wartawan Amerika berharap para pemimpin kudeta secepatnya memenuhi janji mereka memulihkan pemerintahan sipil. Pimpinan kudeta telah melarang orang berkumpul lima orang atau lebih dan menahan sedikitnya empat pembantu utama perdana menteri Thaksin yang digulingkan. Pejabat-pejabat militer mengumumkan tindakan itu hari Kamis pagi lewat siaran televisi nasional tatkala mana mereka mengumumkan melarang semua rapat politik dan memerintahkan partai-partai politik menghentikan kegiatan mereka.

XS
SM
MD
LG