Tautan-tautan Akses

Boonyaratglin: Tindakan Militer Diperlukan untuk Mengakhiri Kerusuhan Politik


Jenderal Angkatan Darat yang memimpin kudeta terhadap Perdana Menteri Thailand, Thaksin Shinawatra, mengatakan tindakan militer itu diperlukan untuk mengakhiri kerusuhan politik selama beberapa bulan dan menyatukan bangsa Thailand.

Dalam pidato melalui televise hari ini, Jenderal tersebut Sondhi Boonyaratglin mengatakan militer tidak bermaksud memegang kekuasaan, dan meminta kepada rakyat agar tenang. Angkatan darat telah melarang orang berkumpul, yang lebih dari 5 orang, berdasarkan undang-undang darurat yang dimaksudkan untuk memelihara ketertiban.

Angkatan besenjata Thailand merebut kekuasaan Selasa petang tanpa melepaskan tembakan, dalam kudeta militer negara itu yang pertama kali dalam 15 tahun. Penduduk Bangkok bangun pagi tadi dan melihat kendaraan-kendaraan militer yang tidak biasa kelihatan berlalu di jalan-jalan dan tank-tank menghambat jalan masuk ke gedung-gedung pemerintah.

Para pemimpin kudeta mengatakan mereka setia kepada raja Thailand, tetapi mereka telah membubarkan pemerintahan dan mencabut undang-undang dasar. Mereka juga memerintahkan bursa efek, bank-bank, dan sekolah-sekolah negara itu tetap tutup hari ini.

Perdana Menteri Thaksin yang sudah dua kali terpilih, berada di New York menghadiri pertemuan Majelis Umum PBB pada saat kudeta terjadi. Tidak jelas apakah ia akan pulang ke Thailand.

XS
SM
MD
LG