Tautan-tautan Akses

Para Menlu Arab Bertemu di Kairo Bahas Bantuan Untuk Libanon


Para mentri Luar Negri Arab hari Ahad bertemu di Mesir untuk merencanakan pembangunan kembali Libanon setelah pemboman Israel atas negara itu dalam perang baru-baru ini. Sebelum pembicaraan dimulai, wakil Kuwait mengatakan negara akan memberikan bantuan sebesar 800 juta dolar untuk membangun kembali Libanon. Sekurang-kurangnya 17 mentri LN negara-negara anggota Liga Arab hadir, Di antara yang tidak hadir adalah Mentri LN Suriah – pendukung utama Hizbullah.

Sementara itu, utusan Istimewa PBB Terje Roed-Larsen mengatakan serangan Israel ke Lembah Bekaa di Libanon dan terus berlanjutnya blokade terhadap Libanon “tidak membantu” menjamin gencatan senjata. Roed Larsen mengatakan hari Ahad bahwa gencatan senjata sekarang ini sangat rapuh dan dapat dengan mudah tak terkendali menjadi kekerasan dan pertumpahan darah.

Roed-Larsen hari Ahad berada di Beirut dan kemudian merencanakan menuju ke Israel. Israel mengatakan serangannya ke Lembah Bekaa di Libanon timur hari Sabtu adalah langkah defensif yang ditujukan untuk menghentikan Hizbullah mempersenjatai diri lagi. Israel mengatakan tindakannya itu tidak melanggar gencatan senjata.

Sekretaris Jendral PBB Kofi Annan tidak sependapat dan mengatakan tindakan Israel itu membahayakan yang disebutnya ketenangan yang rapuh dan memperlemah wewenang Libanon. Israel mengatakan blokade terhadap Libanon juga dimaksudkan untuk menghentikan pengiriman senjata kepada Hizbullah. Sementara di Beirut, Mentri Pertahanan Libanon Elias Murr hari Ahad mengatakan siapa pun yang menembakkan roket ke Israel dari Libanon akan dianggap sebagai penghianat dan akan ditindak dengan keras. Ia mengatakan serangan semacam itu akan memberikan alasan kepada Israel untuk menyerang Libanon.

XS
SM
MD
LG