Tautan-tautan Akses

Untuk Mendorong Penegakan Demokrasi, India Tak Akan Mengucilkan Birma


Seorang anggota delegasi India ke konperensi keamanan regional ASEAN di Kuala Lumpur, Rao Inderjit Singh mengatakan dalam upaya mendorong penegakan demokrasi di Birma, India tidak akan mengucilkan negara itu. Menteri Muda pada Kementerian Pertahanan India itu mengeluarkan keterangan tersebut kepada menteri luar negeri Australia Alexander Downer dalam pembicaraan bilateral dan kemudian kepada wartawan. Ia mengatakan, meskipun India mendukung demokrasi di Birma, masih ada negara lain yang berbatasan dengan India yang juga perlu menjadi demokrasi. Kemudian ia menambahkan bahwa India harus bisa hidup berdampingan dengan tetangga-tetangganya.

Sementara, asisten Menteri Luar Negeri Amerika Christopher Hill mengatakan hari Kamis bahwa di kalangan negara ASEAN ada konsensus yang kian menguat bahwa penindasan yang berkelanjutan terhadap demokrasi di Birma tidak dapat diterima. Ia mengemukakan hal ini dalam konperensi ASEAN di Malaysia. Ia mengatakan Birma menjadi masalah bagi seluruh kawasan, dan menambahkan Birma yang tadinya mengekspor aneka ragam hasil tropis, sekarang hanya mengekspor penyakit dan pengungsi.

Hari Rabu Senat Amerika memperpanjang sanksi ekonomi terhadap Birma tiga tahun lagi. Dewan Perwakilan telah menyetujui rancangan UU perpanjangan serupa. Pemerintah militer Birma terus mengenakan tahanan rumah terhadap pemenang hadiah Nobel Perdamaian Aung San Suu Kyi meskipun banyak tuntutan dari organisasi hak asasi manusia dan kelompok lain agar ia dibebaskan.

XS
SM
MD
LG