Tautan-tautan Akses

Bush dan Putin Berbeda Pendapat Menyikapi Serangan Militer Israel


Presiden Bush telah menyalahkan Hezbollah atas meningkatnya aksi kekerasan di Timur Tengah dan menyerukan kepada Suriah agar menggunakan pengaruhnya terhadap kelompok militan Libanon supaya meletakkan senjata. Bush mengatakan kepada para wartawan di St. Petersburg bahwa cara terbaik untuk mengakhiri tindak kekerasan adalah supaya kelompok Hezbollah membebaskan dua tentara Israel yang mereka culik pekan lalu.

Sementara, Presiden Rusia Vladimir Putin menyerukan agar pertumpahan darah segera dihentikan. Dia berharap, pertemuan para pemimpin G-8 akan dapat menemukan landasan bersama mengenai masalah itu. Sementara itu, para Menteri Luar Negeri Arab mengadakan pertemuan darurat di Cairo untuk membahas serangan militer Israel terhadap Hezbollah di Libanon. Jumat kemarin, Libanon menuduh Israel melakukan agresi buas dan mendesak Dewan Keamanan PBB agar segera bertindak untuk menghentikan serangan Israel itu.

Disamping isu Timur Tengah, Bush dan Putin menyatakan kedua Negara mereka akan terus menjalin hubungan baik, dan akan bekerjasam untuk memerangi terorisme dan proliferasi senjata nuklir. Bush dan Putin menyatakan telah sepakat untuk bekerjasama dalam memerangi proliferasi senjata nuklir dan juga dalam menciptakan prakarsa tenaga nuklir secara damai bagi semua negara. Bush mengatakan, dia dan Putin sedang berusaha mengirimkan pesan bersama kepada Iran dan Korea Utara agar menghentikan program senjata nuklir mereka. Kedua pemimpin mengatakan mereka juga membahas keprihatinan bahwa Rusia tampaknya mengalami kemunduran dari demokrasi. Kata Bush, dia tahu bahwa Moskow tidak akan mengembangkan demokrasi gaya Amerika, dan Putin tidak menginginkan siapapun untuk mengatakan kepadanya bagaimana mengurus negaranya.

Militer Israel telah menemukan satu dari ke-empat tentaranya yang hilang sesudah kelompok militan Hezbollah menyerang kapal Angkatan Lautnya di lepas pantai Libanon, Jumat kemarin. Nasib ketiga pelaut lainnya belum diketahui. Sementara itu, pesawat-pesawat tempur Israel telah melakukan serangan udara lagi di Libanon selatan dan timur, dalam serangan terus menerus terhadap kelompok militan Hezbollah. Para pejabat keamanan Libanon mengatakan, 4 warga sipil tewas dan sedikitnya 12 lainnya luka dalam serangan udara Sabtu ini, yang menggempur jembatan, pompa bensin dan depo-depo bahan bakar . Juga menjadi sasaran daerah pegunungan dekat perbatasan Suriah, dimana terletak sejumlah fasilitas antenna satelit besar.

Laporan dari Beirut mengatakan, gerilyawan Hizbullah menembakkan roket terhadap kota Nahariya di Israel, Sabtu pagi ini. Tidak ada berita mengenai jatuhnya korban. Jumat kemarin, pemimpin Hezbollah Hassan Nasrallah bersumpah akan melakukan serangan terbuka terhadap Israel , setelah dia selamat dari serangan udara Israel terhadap rumah dan kantornya di Beirut. Dia mengatakan, Israel akan merasakan balasan Hizbullah pada semua tingkat, sampai ke kota Haifa di Israel utara, dan lebih jauh lagi.

XS
SM
MD
LG