Tautan-tautan Akses

Israel Menyerbu Libanon Untuk Membebaskan Dua Prajuritnya Yang Diculik


Kabinet Israel telah menyetujui apa yang disebut sebagai tanggapan “keras” terhadap penangkapan dua prajurit Israel oleh kelompok militan Islam Libanon, Hizbullah. Kabinet mengumumkan tanggapan itu setelah sidang darurat Rabu malam. Hizbullah menangkap kedua prajurit itu dalam serangan lintas-batas Rabu pagi. Israel kemudian mengerahkan pasukan ke Libanon Selatan. Delapan tentara Israel telah tewas dalam upaya menemukan para prajurit tersebut, diantaranya tiga dalam tembak menembak di perbatasan.

Dalam mencari para prajurit itu, Israel telah membom jalan-jalan raya dan jembatan di Libanon Selatan. Perdana Menteri Libanon Ehud Olmert menyebut penangkapan para prajurit itu “tindakan perang” oleh Libanon. Libanon menolak bertanggungajawab atas penculikan itu. Amerika Serikat menuntut pembebasan segera kedua prajurit Israel yang ditangkap itu dan menganggap Iran dan Syria bertanggungjawab atas kekerasan baru yang berkobar di Timur Tengah. Hizbullah mendapat dukungan dari Iran dan Syria.

Sementara itu para pejabat Palestina mengatakan paling kurang 23 orang tewas dalam serangkaian serangan Israel di Jalur Gaza. Kata mereka, serangan udara Israel ke sebuah rumah di Kota Gaza dimana para militan Hamas melakukan pertemuan, menewaskan 9 anggota satu keluarga dan melukai 35 orang lainnya.

Sayap bersenjata Hamas mengatakan, panglima Brigade Ezzedine al-Qassam, Mohammad Deif yang menjadi sasaran serangan, lolos tanpa cedera. Deif adalah salah seorang buronan utama Israel. Ia dituduh berada di belakang beberapa serangan bom bunuhdiri Palestina. Para pejabat Palestina mengatakan, serangan Israel lainnya menewaskan paling kurang 13 warga Palestina lagi. Israel telah memperluas ofensif militer di Gaza untuk mencari prajurit Israel yang ditangkap kaum militan bulan lalu dan untuk menghentikan serangan roket Palestina.

XS
SM
MD
LG