Tautan-tautan Akses

Putin Perintahkan Pasukan Khusus Memburu Pembunuh Empat Diplomat Rusia di Irak


Presiden Rusia Vladimir Putin telah memerintahkan pasukan khusus memburu dan menghancurkan mereka yang berada di belakang pembunuhan empat pegawai kedutaan Rusia di Irak. Putin mengatakan, semua langkah yang perlu akan ditempuh untuk menemukan mereka yang bertanggungjawab. Tetapi pernyataan Kremlin itu tidak merinci apa yang akan dilakukan pasukan khusus itu.

Dikatakan, Rusia akan menghargai informasi mengenai para penculik itu. Kepala Dinas Keamanan Federal Rusia mengatakan akan melakukan apa saja yang dapat dilakukan untuk mencari para penculik dan pembunuh para pegawai kedutaan tersebut. Keempatnya diculik di Bagdad awal bulan ini dan sebuah rekaman video yang memperlihatkan pembunuhan mereka di-posting di Internet hari Minggu.

Sementara itu, penasehat keamanan nasional Irak mengatakan pihak berwajib telah menangkap seorang tersangka utama al-Qaida dalam kaitan dengan pemboman sebuah mesjid suci syiah yang telah mencetuskan kekerasan sektarian awal tahun ini. Mowaffaq al-Runaie mengatakan di Bagdad Rabu kemarin, tersangka asal Tunisia itu yang dikenal dengan nama Abu Qudama terluka dalam pertempuran dengan pasukan Irak dan Amerika beberapa hari yang lalu. Katanya, pria itu mengaku telah mem-bom mejid Kubah Emas yang berusia berabad-abad di Samarra tanggal 22 Februari. Tetapi menurut Rubaie, tersangka pemimpin konplotan itu, Haitha al-Badri masih dikejar.

Dalam kekerasan baru, sebuah bom mobil menewaskan tiga orang dekat sebuah mesjid Sunni di timurlaut Bagdad. Sebuah bom pinggir jalan menewaskan seorang Irak lainnya dekat ibukota Irak itu. Militer Amerika juga mengatakan seorang prajurit Amerika dan seorang marinir tewas dalam serangan terpisah hari Selasa. Dalam perkembangan lain, Perdana Menteri Irak Nouri al-Maliki mengatakan Rabu kemain, beberapa kelompok pemberontak telah menghubunginya untuk membahas amnesti sebagai bagian dari rencana rekonsiliasi.

XS
SM
MD
LG