Tautan-tautan Akses

Komisi PBB Minta Supaya AS Menutup Kamp Tahanan Guantanamo


Komite anti-penyiksaan PBB minta supaya Amerika menutup kamp tahanan di Guantanamo, Kuba. Komite yang terdiri dari sejumlah pakar independen itu hari Jumat juga menyatakan keprihatinan atas laporan adanya kamp-kamp tahanan rahasia yang dipergunakan Amerika di luar negeri. Komite PBB itu menyerukan supaya Amerika menghentikan semua bentuk penyiksaan, menyelidiki semua tuduhan penyiksaan, dan mengadili siapapun yang terlibat penyiksaan.

Amerika membantah telah menyiksa tahanan di Irak dan Afghanistan, dan mengatakan semua orang patut mendapat perlakuan yang manusiawi, dan bahwa kebebasan dari penyiksaan adalah suatu hak yang tidak bisa diganggu-gugat. Kata jurubicara Gedung Putih Tony Snow, Presiden Bush telah mengatakan bahwa dia-pun ingin menutup kamp Guantanamo itu, tapi masih menunggu jawaban dari mahkamah agung AS, apakah para tahanan itu bisa diadili dimuka pengadilan militer.

Sementara itu, Saudi Arabia senang karena 15 orang warganya yang ditahan di Guantanamo telah dibebaskan oleh Amerika. Kata menteri LN pangeran Saud al-Faisal setelah bertemu dengan Presiden Bush di Washington, dia berharap warga Saudi lainnya yang masih ditahan di Guantanamo akan segera dibebaskan. Amerika masih menahan kira-kira 100 orang warga Saudi di Guantanamo atas tuduhan terlibat kegiatan teroris.

Sementara di Jerman, Khalid al-Masri, warga Jerman yang mengatakan dia disiksa oleh pasukan Amerika di Afghanistan, akan terus mengajukan tuntutan hukum terhadap pemerintah Amerika. Ini diumumkan oleh pengacara al-Masri di Jerman, satu hari setelah pengadilan amerika menolak untuk menyidangkan kasus itu dengan alasan akan membahayakan keamanan nasional Amerika. Kata hakim pengadilan distrik di Alexandria, dekat kota Washington DC, kasus itu kalau disidangkan, akan mengungkapkan rahasia negara.

Kata al-Masri, dia diculik oleh agen-agen Amerika di Macedonia dan diterbangkan ke Afghanistan, dimana dia di-interogasi dan disiksa tahun 2004. Kata al-Masri lagi, dia ditahan selama beberapa bulan dan kemudian dibuang ke Albania. Kanselir Jerman Angela Merkel mengatakan, pemerintah Amerika telah mengakui bahwa al-Masri ditahan secara tidak sah.

XS
SM
MD
LG