Tautan-tautan Akses

Pemberontak Maois di Nepal Menolak Keputusan Raja Gyanendra


Pemberontak Maois di Nepal telah menolak keputusan Raja Gyanendra memulihkan status Parlemen, menyebutnya sebagai konspirasi untuk memungkinkan Raja mempertahankan kekuasaan.

Pemimpin pemberontak Maois Prachanda mengatakan dalam sebuah pernyataan hari ini bahwa pemberontak komunis akan melanjutkan memblokir ibukota, Kathmandu, hingga tuntutan mereka dipenuhi.

Tujuh partai oposisi utama di Nepal menyambut baik keputusan Raja itu. Setelah mengadakan pertemuan pagi ini di ibukota, aliansi tujuh partai itu membatalkan pemogokan nasional dan demonstrasi anti pemerintah yang telah berlangsung hampir tiga pekan.

Seorang pejabat tinggi Partai Kongres Nepal Krishna Sitaula mengatakan demonstrasi besar-besaran anti pemerintah yang direncanakan akan dilakukan di Kathmandu hari ini akan diubah menjadi “rapat umum kemenangan.” Menjelang rapat umum itu, ratusan warga Nepal bersorak-sorai dan menari di jalan-jalan Kathmandu, sambil berteriak “hidup demokrasi.”

Aliansi oposisi mengatakan pihaknya menghendaki agar mantan Perdana Menteri Nepal Girija Prasad Koirala memimpin pemerintah baru negara itu.

Kehidupan di Kathmandu mulai kembali normal, karena layanan telepon genggam telah pulih, toko-toko kembali dibuka, dan transportasi umum kembali berjalan.

XS
SM
MD
LG