Tautan-tautan Akses

Presiden Bush Memuji Terbentuknya Pemerintahan Baru Irak


Presiden Bush memuji kesepakatan para pemimpin Irak untuk membentuk sebuah pemerintahan baru sebagai pencapaian bersejarah bagi negara yang terkoyak perang itu. Berbicara beberapa jam setelah Presiden Irak Jalal Talabani menunjuk Jawad al Maliki sebagai perdana menteri hari Sabtu, Bush menyebut kesepakatan itu tonggak penting dalam perjalanan Irak menuju demokrasi.

Penunjukan al-Maliki, seorang Syiah sebagai Perdana Menteri mengakhiri kebuntuan selama empat bulan. Dia memiliki waktu 30 hari untuk mengajukan kabinetnya untuk mendapat persetujuan parlemen. Bakal perdana menteri itu juga menghadapi tugas berat menghentikan pemberontakan dan kekerasan sektarian yang mengancam dapat menyeret negara itu menuju perang saudara. Parlemen Irak memilih Talabani, seorang Kurdi sebagai presiden untuk satu masa jabatan lagi dalam sidang parlemen hari Sabtu. Mereka juga memilih Mahmud al-Mashhadani, seorang Arab sunni sebagai ketua badan legislatif yang memiliki 275 kursi itu.

Sementara itu para pejabat Irak mengatakan serangan mortir di Bagdad menewaskan paling kurang 5 warga sipil. Dikatakan, orang-orang Irak itu tewas sewaktu peluru mortir mendarat dekat pintu gerbang gedung Kementerian Pertahanan Minggu pagi. Gedung itu terletak di pinggir wilayah yang dijaga kuat yang disebut “Zona Hijau”, yang juga menjadi tempat kedudukan Kedutaan Besar Amerika dan parlemen Irak.

XS
SM
MD
LG