Tautan-tautan Akses

Mahkamah Irak Umumkan Tuduhan Pembantaian Warga Kurdi Terhadap Saddam


Tim jaksa Irak mengumumkan sidang perkara kedua bagi Saddam Hussein untuk membahas tuduhan pembantaian dan kejahatan terhadap kemanusiaan semasa kampanye tahun 1980-an terhadap kaum minoritas Kurdi Irak. Mahkamah Irak mengatakan pihaknya telah menyelesaikan investigasi atas apa yang dijuluki kampanye Anfal, dengan menduduh Saddam dan enam lainnya atas kejahatan yang termasuk pembunuhan ribuan penduduk sipil dengan gas beracun di desa Halabja.

Menurut berbagai organisasi HAM, kampanye Anfal itu mengakibatkan lebih 180-ribu orang tewas. Sidang perkara yang baru ini bisa dimulai sedini bulan depan. Sidang perkara Saddam yang sekarang atas pembunuhan 148 orang Shiah dijadwalkan akan dimulai lagi hari Rabu. Di Washington, Presiden Bush mengatakan saatnya sudah tiba bagi para politisi Irak untuk membentuk pemerintah yang bersatu. Ia mengatakan setiap hari penundaan terjadi merupakan sehari lagi tindak kekerasan di negara yang porak-poranda akibat perang itu.

Sementara, sidang perkara Saddam Hussein atas pembunuhan sekitar 140 orang Shiah tahun 1982 di desa Dujail, Irak akan dimulai lagi hari ini. Saddam diperkirakan akan memberi kesaksian dalam proses pengadilan ini, Ia telah mengakui ia memberi perintah yang mengakibatkan pembunuhan itu. Ia mengatakan perintah itu legal atau menurut hukum, dan bahwa seorang hakim telah mendapati semua yang dieksekusi itu bersalah dalam upaya gagal untuk membunuhnya. Saddam dan tujuh terdakwa lainnya diancam hukuman gantung jika didapati bersalah melakukan pembunuhan itu.

XS
SM
MD
LG