Tautan-tautan Akses

Strategi Baru Partai Demokrat


Partai Demokrat di Amerika berusaha meningkatkan kredibilitas mereka mengenai keamanan nasional,menjelang pemilihan anggota Kongres tahun ini.

Pekan lalu Partai Demokrat melancarkan strategi keamanan nasional baru, dengan harapan mengejar ketinggalan dalam isu keamanan nasional, yang telah didominasi Presiden Bush sejak serangan teroris 11 September 2001.

Dalam pidato radio mingguan Partai Demokrat, Jenderal purnawirawan Wesley Clark yang mencalonkan diri dalam pemilihan presiden tahun 2004 dan mungkin akan melakukannya lagi tahun 2008 mengatakan, Amerika menghadapi bahaya karena yang disebutnya kekeliruan Presiden Bush dalam menentukan kebijakan dan prioritas.


Presiden Bush mengatakan, ia benar dalam mengambil putusan untuk menyerang Irak, karena dunia lebih baik tanpa adanya Saddam Hussein yang berkuasa: “Saya akui, kekerasan di Irak tidak mereda, dan masa-masa sulit belum terlampaui. Masih banyak pertempuran yang akan dihadapi, dengan hari-hari sulit yang menguji tekad rakyat Amerika, namun kita tetap yakin pada hasil akhirnya nanti.”


Presiden Bush mengatakan, ia tahu bahwa tugas di Irak tidak mudah, tetapi sukses di Irak penting bagi keamanan Amerika.

Partai Demokrat berusaha memanfaatkan anjloknya dukungan publik kepada perang Irak, dan kepemimpinan Presiden Bush. Jajak pendapat majalah Times menunjukkan, dukungan untuk Presiden Bush hanya 37 persen, yang terendah selama ini.

Partai Republik mengatakan, tidak ada yang baru dalam strategi Partai Demokrat, tentara Amerika di Irak mencapai kemajuan, dan politisi Irak menyadari pentingnya segera membentuk pemerintah persatuan.

Dalam pidato radio mingguannya, Presiden Bush mengangkat isu-isu domestik, membela pengurangan pajak yang dijalankannya dengan mengatakan, itu membantu merangsang perekonomian Amerika. Presiden Bush menegaskan, ia ingin agar pengurangan pajak diberlakukan secara permanen untuk mempertahankan produktivitas dan kepercayaan konsumen.

XS
SM
MD
LG