Tautan-tautan Akses

Rumsfeld Peringatkan Teroris Kuasai Irak Jika Pasukan AS Ditarik Cepat


Menteri Pertahanan Amerika Donald Rumsfeld memperingatkan untuk tidak menarik cepat pasukan Amerika dari Irak, karena katanya teroris akan mengambilalih negara itu. Dalam sebuah artikel opini di suratkabar “The Washington Post” hari ini, Rumsfeld menandaskan penarikan seperti itu akan sama dengan menyerahkan kembali Jerman kepada NAZI. Katanya hampir dapat dipastikan para pengikut Saddam dan teroris akan mengisi kevakuman jika pasukan Amerika meninggalkan Irak.

Namun dalam artikel yang sama Rumsfeld mengatakan jumlah, kemampuan dan tanggungjawab pasukan Irak terus meningkat dengan mantap, saat mereka bersiap mengambilalih pengamanan di negara itu. Menteri Rumsfeld menunjuk pada kenyataan, adalah pasukan Irak, bukan pasukan Amerika yang telah menegakkan larangan keluar rumah setelah serangan bulan lalu atas mesjid Kubah Emas Syiah di Samarra. Tetapi dia menegaskan pendapatnya bahwa pasukan ini tidak akan mampu bertahan menghadapi kelompok-kelompok pemberontak. Rumsfeld mengatakan itu sehari setelah puluhan ribu demonstran menyelenggarakan pawai di kota-kota Eropa dan Amerika, memperingati ulangtahun ketiga serbuan ke Irak.

Sementara itu, puluhan ribu demonstran anti perang telah turun ke jalan di seluruh dunia pada malam ulang tahun ke tiga invasi pimpinan Amerika atas Irak. Polisi Inggris mengatakan sekitar 15 ribu orang berkumpul di pusat kota London hari Sabtu, meneriakkan slogan-slogan anti perang dan membawa poster berisikan kritik terhadap Presiden Bush dan Perdana Menteri Inggris Tony Blair.

Sekitar seribu demonstran berunjuk rasa di dekat Times Square kota New York dalam suatu pawai dimana para pembicara secara bergantian mencela pemerintahan Bush. Demo-demo lebih kecil diadakan di Washington dan kota-kota lain di seluruh Amerika. Juga dilaporkan terjadi demonstrasi di Denmark, Yunani, Spanyol, Turki, Korea Selatan, dan Pakistan. Para penggerak memperkirakan ada lebih dari 200 ribu demonstran di seluruh dunia hari Sabtu. Mereka mengatakan demonstrasi selama tiga hari mendatang merupakan bagian dari apa yang mereka katakan “aksi hari global” memrotes perang. Perang di Irak dimulai tanggal 19 Maret 2003.

XS
SM
MD
LG