Tautan-tautan Akses

Autopsi Akan Dilakukan Untuk Tentukan Penyebab Kematian Slobodan Milosevic


Autopsi atas jenazah mantan presiden Yugoslavia Slobodan Milosevic akan dilakukan hari ini, sehari setelah dia ditemukan meninggal di sel penjaranya di mahkamah kejahatan perang PBB di Den Haag. Para pemimpin dunia hari Sabtu menyatakan kecewa Milosevic tidak hidup cukup lama untuk menjalani hukuman atas 60 dakwaan melakukan kejahatan perang dari konflik Balkan tahun 1990-an.

Jaksa penuntut umum di mahkamah kejahatan perang PBB Carla Del Ponte menyebut kematian Milosevic itu disesalkan bagi semua sanak-keluarga dan korban yang mengharapkan keadilan. Di bekas republik-republik Yugoslavia, yakni Bosnia-Herzegovina dan Kroasia serta di provinsi Kosovo, para pejabat dan warganegara juga menyatakan kekecewaan mereka bahwa Milosevic tidak sempat memperoleh hukuman yang patut diterimanya.

Tetapi Richard Holbrooke dari Amerika yang menjadi arsitek perjanjian damai yang mengakhiri perang Bosnia mengatakan kematian karena sebab-sebab alami bisa dianggap sebagai bentuk keadilan. Dia menyebut Milosevic sebagai monster, yang pernah memulai empat perang yang mengakibatkan tewasnya ratusan ribu orang. Departemen Luar Negeri Amerika mengatakan Milosevic adalah orang paling bertanggung jawab atas pecahnya Yugoslavia dengan kekerasan, dan mengatakan mendukung masa depan yang damai dan makmur bagi rakyat Serbia.

Menteri Luar Negeri Inggris Jack Straw mengatakan dia berharap kematian Milosevic akan membantu rakyat Serbia menyongsong masa depan. Milosevic meninggal dunia dalam usia 64 tahun.

XS
SM
MD
LG