Tautan-tautan Akses

200 Tewas dan 1500 Hilang Akibat Tanah Longsor di Filipina Timur


Para pejabat Palang Merah memperkirakan, sedikitnya 200 orang tewas dan 1500 lainnya hilang akibat tanah longsor dashyat di Filipina bagian timur.

Para pejabat mengatakan tanah longsor itu mengubur paling sedikit satu desa di kota Saint Bernard di bagian selatan pulau Leyte, Jumat ini. 10 orang dikukuhkan tewas sementara tim pertolongan terus berusaha menemukan korban yang lain.

Presiden Gloria Arroyo telah mengerahkan satuan militer untuk mencari, menyelamatkan dan melakukan usaha pemulihan. Namun kata pihak berwajib, mereka mengalami kesuLitan mencapai daerah bencana karena tanah longsor itu menutup jalan-jalan. Kapal-kapal Angkatan Laut dan helikopter juga telah dikerahkan.

TV lokal, ANC, melaporkan beberapa ratus rumah tertimbun lumpur dan batuan yang longsor dari pengunungan di dekatnya.

Para pejabat mengatakan terjadinya tanah longsor itu diduga disebabkan oleh hujan deras baru-baru ini. Gubernur Leyte Rosette Lerias mengatakan, banyak penduduk mengungsi dari daerah itu pekan lalu karena ancaman tanah longsor dan banjir, tetapi kembali ke kediaman mereka ketika hujan mulai reda.

XS
SM
MD
LG