Tautan-tautan Akses

Sejarah Pidato Kenegaraan Presiden Bush


Pidato Presiden George Walker Bush di hadapan Senat dan Dewan Perwakilan Rakyat AS Selasa, 31 Januari 2006, melanjutkan tradisi panjang dalam pihak eksekutif dan legislatif Negara Paman Sam.

Sesuai konstitusi Amerika, Presiden wajib berkomunikasi dari waktu ke waktu dengan Kongres, baik lewat pidato tahunan maupun dalam isu lain. Pidato ini dikenal sebagai “State of the Union,” yang kini menjadi semacam ritual politik.

Tradisi ini diawali oleh presiden pertama Amerika, George Washington, namun sempat berhenti semasa presiden ketiga, Thomas Jefferson.

“Presiden Jefferson pada tahun 1801 memutuskan tidak akan berpidato di hadapan Kongres, namun menyampaikan pesan tertulis. Setelah Jefferson, beberapa presiden melanjutkan tradisi ini, sampai muncul pemimpin berikutnya, Woodrow Wilson,” kata Allan Lichtman, pengajar American University di Washington.

Wilson berpidato di depan Kongres AS pada tahun 1913, menyampaikan proposal regulasi ekonomi. Dan pada masa Presiden Franklin Delano Roosevelt, pidato kenegaraan mulai disiarkan di radio.

“Pidato State of the Union menjadi cara Presiden menentukan agenda bagi Kongres, dan berbicara kepada rakyat Amerika tentang keberhasilannya, maupun harapan bagi masa depan,” demikian menurut Stephen Wayne, pengajar Georgetown University di Washington.

Pada tahun 1862, pidato Abraham Lincoln melawan perbudakan. Sementara lewat ajang yang sama, Franklin Delano Roosevelt mengumumkan Undang-Undang Hak Ekonomi Rakyat, dan Harry Truman memperjuangkan jangkauan program Social Security (Tunjangan Sosial).

Lain lagi dengan Lyndon Johnson, yang menyatakan perang melawan kemiskinan.

Sejak tahun 1966, pidato kenegaraan presiden AS biasanya selalu diikuti komentar atau reaksi oleh partai oposisi, yang kali ini akan datang dari Partai Demokrat.

XS
SM
MD
LG