Tautan-tautan Akses

Laporan PBB Sebut Bukti Baru Keterlibatan Pejabat Suriah Dalam Pembunuhan Hariri


Sebuah laporan baru PBB mengenai pembunuhan mantan perdana menteri Lebanon Rafiq Hariri menyebutkan adanya bukti temuan baru bahwa para pejabat Suriah mungkin terlibat dalam pembunuhan ini. Laporan yang disampaikan kepada dewan keamanan PBB hari ini menyebutkan, para saksi mata yang diwawancara belum lama ini memberikan keterangan yang penting mengenai pemboman tanggal 14 Februari di Beirut itu.

Penyelidik utama PBB Detlev Mehlis juga mengatakan, kerjasama Suriah dalam penyelidikan ini berjalan lamban. Dia mengatakan, penyelidikan yang dilakukannya sejauh ini telah menghasilkan 19 orang tersangka, termausk lima warga Suriah yang dimintai keterangannya di Wina minggu lalu. Empat petugas keamanan Lebanon yang pro-Suriah juga telah didakwa. Mehlis akan memberikan keterangan kepada dewan keamanan Selasa ini. Dia mengatakan saat itu, dia ingin mengundurkan diri dan kembali ke pekerjaannya sebagai jaksa penuntut di Berlin. Dewan keamanan kemungkinan akan memperpanjang masa tugas tim Mehlis ini, yang berakhir Kamis ini.

Sementara itu, perdana menteri Lebanon yang pro Suriah Fuad Siniora mengatakan, dia akan meminta dewan keamanan PBB untuk menyelidiki pembunuhan seorang anggota parlemen yang anti-Suriah di Beirut. Siniora mengatakan kepada wartawan hari ini, beberapa jam setelah sebuah bom mobil meledak di dekat iring-iringan mobil yang membawa Gibran Tueni, anggota parlemen partai Kristen yang juga wartawan.

Sebuah kelompok yang belum dikenal sebelumnya mengaku bertanggungjawab, namun pernyataan itu belum diverifikasi keasliannya. Di Washington, Gedung Putih mengecam apa yang disebutnya tindakan teroris yang bertujuan untuk membawa Lebanon ke dalam dominasi Suriah.

XS
SM
MD
LG