Tautan-tautan Akses

Polisi Akan Paksa Warga Segera Tinggalkan Kota New Orleans


Polisi di New Orleans, Louisiana mengatakan, mereka akan menegakkan perintah walikota agar semua warga meninggalkan kota yang dilanda banjir itu. Berbicara dalam jumpa pers hari Rabu, para pejabat kepolisian mengatakan, mula-mula mereka akan mengevakuasi warga yang pergi dengan sukarela, dan setelah itu baru akan menangani mereka yang tidak mau pergi, dengan menggunakan kekerasan sekecil mungkin.

Beberapa ribu warga New Orleans tidak mau meninggalkan rumah mereka, meskipun terjadi kebakaran di sana-sini, dan para pejabat kota telah menyerukan agar mereka meninggalkan kota. Upaya pencarian dan pertolongan terus dilanjutkan sementara dilakukan usaha untuk memompa air banjir akibat Badai Katrina sembilan hari lalu itu. Angka resmi korban jiwa akibat badai lebih rendah dari perkiraan, yaitu 83 di negara bagian Louisiana dan 196 di negara bagian Mississippi.

Tetapi para pejabat menduga angka itu akan meningkat sementara para petugas memeriksa puluhan ribu rumah yang tenggelam dan rusak akibat badai. Jurubicara Gedung Putih mengatakan, 180 ribu orang korban badai tinggal di tempat-tempat penampungan di berbagai kota di Amerika, ribuan yang lain telah menemukan tempat tinggal baru atau menumpang di rumah kerabat atau saudara. Gedung Putih mengatakan, dana Badai Katrina yang dipimpin mantan Presiden George Bush dan Bill Clinton sebegitu jauh telah memperoleh janji bantuan sebesar 60 juta dolar.

Sementara, Gedung Putih mengatakan, Presiden Bush akan minta dari Kongres, 51,8 milyar dolar lagi untuk operasi bantuan Badai Katrina. Permintaan ini merupakan tambahan dari sepuluh setengah milyar dolar yang disetujui Kongres pekan lalu. Sebagian besar dana itu akan disalurkan ke Badan Pengelolaan Keadaan Darurat FEMA, yang mengkoordinasi operasi bantuan.

Kepala FEMA Michael Brown mengatakan, FEMA memulai program baru untuk memberikan kepada warga yang kehilangan tempat tinggal karena Badai Katrina, kartu debit bernilai dua ribu dolar, untuk memenuhi kebutuhan jangka pendek mereka. Michael Brown, bersama Presiden Bush, dikecam keras karena pemerintah federal lamban dalam membantu para korban Badai Katrina. Beberapa tokoh Partai Demokrat minta supaya Presiden Bush memecat Michael Brown. Hasil jajak pendapat terbaru menunjukkan, warga Amerika terpecah pendapat mengenai respons pemerintah lokal dan federal setelah Badai Katrina.

XS
SM
MD
LG