Tautan-tautan Akses

Para Pemimpin Politik Irak Bahas Kebuntuan Rancangan Konstitusi Dalam Konferensi Nasional


Para pemimpin politik Irak dijadwalkan akan bertemu hari ini, Minggu dalam sebuah konferensi nasional bertujuan untuk memecah kebuntuan dalam rancangan undang-undang baru.

Kekhawatiran mengenai penggunaan kata-kata dalam undang-undang telah meningkat, semenjak rancangan undang-undang harus diselesaikan sebelum batas waktu 15 Agustus mendatang, dan para wakil dari kelompok Sunni, Shiah, dan Kurdi di Irak masih berselisih mengenai beberapa isu.

Konferensi politik itu, yang dapat berlangsung hingga 5 hari, awalnya direncanakan akan diadakan di Baghdad pada hari Jumat lalu, namun pertemuan itu ditunda agar para pemimpin suku Kurdi dapat mempertimbangkan kembali posisi mereka pada sebuah sesi parlemen regional di Arbil.

Warga suku Kurdi mengatakan mereka tidak bersedia untuk berkompromi dalam beberapa isu kunci: mereka menolak gagasan bahwa piagam baru itu harus menyatakan Irak sebagai negara Islam, dan mereka menginginkan teritori otonom mereka di bagian utara Irak untuk meliputi daerah kaya minyak di sekitar Kirkuk. Meskipun sebagian besar warga Kurdi adalah umat Muslim, mereka menentang usaha menjadikan Irak sebagai negara Islam jika hal tersebut akan menyebabkan sistem hukum republik baru itu berdasarkan hukum Sharia.

Dalam perkembangan lainnya, polisi Irak dilaporkan telah melepaskan tembakan hari ini kepada ratusan warga Irak yang melakukan protes terhadap pelayanan kepada publik yang memprihatinkan di kota Samawa, mengenai sekurang-kurangnya 8 orang serta menewaskan satu di antaranya.

Lebih jauh ke utara di Baghdad, pihak berwenang Irak mengatakan 3 tentara berpakaian sipil terbunuh hari ini dalam sebuah baku tembak di Baghdad. 2 pekerja Kementerian Perminyakan dilaporkan telah tewas dalam serangan serupa di tempat lain di ibukota, dan seorang pembom bunuh diri membunuh paling kurang 2 orang di Tikrit.

Tentara AS mengatakan ledakan sebuah bom pinggir jalan di Samarra menewaskan 2 tentara Amerika Sabtu kemarin. Seiring dengan meningkatnya jumlah kematian di kalangan tentara AS, media berita AS melaporkan Pentagon telah mengembangkan sebuah rancangan terinci untuk secara signifikan mengurangi jumlah kehadiran tentara AS di Irak tahun depan. Para pejabat Pentagon dikutip mengatakan jumlah tentara dapat berkurang hingga 30,000 tentara, jika proses politik di Irak tetap mengikuti jadwal.

XS
SM
MD
LG