Tautan-tautan Akses

Dua Diplomat Aljazair di Irak Telah Dibunuh Para Penculik


Presiden Aljazair Abdelaziz Bouteflika mengukuhkan bahwa dua orang diplomat Aljazair di Irak telah dibunuh para penculik. Presiden Bouteflika hari Rabu mengeluarkan pernyataan yang menyebut pembunuhan itu tindakan pengecut. Ia tidak mengungkapkan bukti apa yang dimiliki pemerintah Aljazair bahwa Pimpinan Misi Ali Belaroussi dan Atase Azzedine Berladi telah dibunuh.

Rabu pagi, kelompok teroris Abu Musab al-Zarqawi mengatakan melalui pernyataan di Internet bahwa kelompok itu telah membunuh kedua diplomat, yang diculik Kamis lalu di Baghdad. Pernyataan itu tidak disertai foto ataupun rekaman video. Di New York, Sekjen PBB Kofi Annan mengutuk pembunuhan itu sebagai brutal dan biadab. Ia mengatakan, semua usaha harus dilakukan untuk menyeret para pelakunya ke pengadilan.

Sementara itu, Menteri Pertahanan Amerika Donald Rumsfeld melakukan kunjungan kejutan ke Baghdad hari Rabu, dan menghimbau para pemimpin Irak agar menyelesaikan dan menyetujui konstitusi baru sebelum batas terakhir, tanggal 15 Agustus. Dalam jumpa pers bersama Menteri Rumsfeld, PM Irak Ibrahim al-Jaafari menyerukan penarikan segera tentara Amerika dari Irak. Ia mengatakan, rakyat Irak ingin pasukan koalisi meninggalkan Irak, sementara tentara Irak mengambil alih tanggungjawab lebih besar.

Komandan tertinggi Amerika di Irak, Jenderal George Casey mengatakan, penarikan substansial tentara Amerika dari Irak dapat dimulai tahun depan, kalau kemajuan terus tercapai dalam fron politik, dan kalau pemberontakan tidak meluas. Sementara itu, kekerasan terus berlangsung di Baghdad. Pengeboman bunuh diri di dekat sebuah rumah sakit menewaskan sekurang-kurangnya dua orang, dan serangan mortir terhadap terminal bus utama Baghdad menewaskan dua orang dan melukai banyak lainnya. Kawanan bersenjata juga menewaskan tujuh orang tentara Irak di utara Baghdad.

XS
SM
MD
LG