Tautan-tautan Akses

Pandemi Flu Burung akan Terjadi


Dengan perlahan tetapi pasti, rakyat Amerika menyadari bagaimana ngerinya kalau virus flu burung mulai membunuh orang dalam skala besar.

Selama ini, manusia tidak pernah mengalami ancaman serius dari flu burung. Tetapi di Asia, kerugian ekonomi karena flu burung sudah sangat besar. Akibat flu burung, 150 juta unggas dimusnahkan dalam beberapa tahun terakhir ini. Kerugian akibat flu burung untuk tahun 2004 saja, mungkin telah mencapai 10 milyar dolar.

Tetapi itu ibaratnya setetes air dibandingkan dengan bencana yang dapat terjadi kalau virus flu burung dapat menular pada manusia. Seorang ilmuwan terkenal mengatakan, kalau itu sampai terjadi, 360 juta orang di seluruh dunia dapat tewas.

Angka itu sangat luar biasa. Orang awam di Amerika tidak dapat membayangkan ancaman sehebat itu. Virus flu burung berasal dari Asia, dan ada yang berpendapat, riwayatnya akan tamat di Asia. Orang Amerika selalu berpendapat bahwa Samudera Pasifik adalah tembok pelindung mereka, yang mampu melindungi mereka dari hampir semua jenis ancaman.

Tetapi tiga jurnal kedokteran penting di Amerika memuat artikel rinci yang memperingatkan bahwa virus yang memiliki sebutan ilmiah ‘H5N1’ itu besar kemungkinan akan bermutasi. Kemudian, virus itu akan dapat menular dari manusia ke manusia, sehingga mungkin menimbulkan pandemi yang mengerikan di seluruh dunia.

Bagaimana kemungkinan hal ini terjadi? Semakin banyak ilmuwan dan pejabat kesehatan Amerika berpendapat, ini tidak dapat dihindari.

“Flu burung dapat merenggut nyawa 16 juta warga Amerika”, canang sebuah program televisi Nightline jaringan televisi ABC. Ditambahkan, “ini jauh lebih mengerikan daripada film-film horror Hollywood.”

“Di dalam komunitas ilmiah”, kata seorang pejabat Dewan Hubungan Luar Negeri acara Nightline, “dibahas bahwa kemungkinan timbulnya pandemi flu burung cukup besar.”

Seorang petinggi Dinas Pemberantas Penyakit Menular Amerika mengatakan, mungkin pandemi flu burung tidak akan terjadi tahun ini atau tahun depan, tetapi akan terjadi. Ia khawatir bahwa dunia tidak berbuat cukup untuk menyiapkan diri menghadapi kemungkinan timbulnya pandemi flu burung.

Kekhawatiran utama di Amerika adalah bagaimana mengembangkan kapasitas untuk memproduksi vaksin dalam jumlah besar dalam waktu singkat. Itu adalah prospek yang meresahkan. Pengalaman tahun lalu mengecilkan hati. Pemerintah dan perusahaan-perusahaan farmasi Amerika saling menyalahkan satu sama lain, karena tidak tersedia cukup vaksin untuk 100 juta dosis.

Kalau pandemi flu burung merebak, kata seorang pakar, Amerika mungkin tidak akan mampu memvaksin ke 300 juta orang warganya.

Kalaupun tersedia vaksin cukup untuk seluruh warga Amerika, Bagaimana dengan penduduk negara-negara lain yang tidak punya vaksin?

Dalam sebuah jajak pendapat global belum lama ini, ditanyakan apakah Amerika disukai. Hasilnya menunjukkan bahwa sebagian besar orang di dunia tidak mempercayai Amerika.

Jawabannya mungkin akan berbeda kalau jajak pendapat menanyakan, “kalau pemerintah anda tidak dapat melindungi anda dan keluarga anda dari virus flu burung, apakah Amerika akan membantu?” Jelas Amerika akan berusaha membantu.

Para pejabat kesehatan sependapat bahwa untuk menanggulangi kemungkinan timbulnya pandemi flu burung, diperlukan usaha bersama semua negara di seluruh dunia. (voa/howell/djoko)

XS
SM
MD
LG