Tautan-tautan Akses

Blair Minta Kaum Muslim Mengkonfrontasi Pandangan Islam ‘Yang Sesat’


Perdana Menteri Inggris Tony Blair hari Selasa ini akan bertemu dengan para tokoh Muslim Inggris untuk membahas cara-cara melangkah ke depan setelah berbagai pemboman teroris bulan ini di London. Jurubicara Blair hari Senin mengatakan perdana menteri itu beranggapan komunitas Muslim sebaiknya mengkonfrontasi apa yang disebutnya “pemutar-balikan Islam” oleh mereka yang menggunakan agama untuk membenarkan terorisme.

Beberapa pelaku bom bunuh diri yang dicurigai terkait dengan ektremis Islam menyerang tiga gerbong kereta-api bawah tanah dan satu bis tanggal 7 Juli, menewaskan 56 orang.

Sebelumnya hari Senin, para pemimpin kurang lebih 500 masjid di Inggris mengeluarkan fatwa keagamaan yang mengutuk tindak kekerasan dan bahwa merenggut jiwa orang-orang tidak berdosa sebagai anti-Muslim.

Parlemen Inggris kini mempertimbangkan paket undang-undang anti-terorisme yang baru. Undang-undang baru ini akan melarang apa yang disebut pemerintah “seruan menghasut secara tidak langsung supaya orang melakukan terorisme termasuk mengagung-agungkan terorisme.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Inggris Jack Straw menolak laporan pusat riset yang mengatakan aliansi erat London dengan Amerika Serikat telah membuatnya lebih rentan terhadap terorisme. Dalam menaggapi laporan itu, Menteri Straw hari Senin mengatakan saat untuk mencari-cari dalih bagi terorisme – meminjam ucapannya – “sudah usai.” Menteri Luar Negeri Inggris itu mengatakan teroris telah menerpa seluruh dunia – di negara-negara yang beraliansi dengan Washington, dan juga negara-negara yang sama sekali tidak terkait apapun dengan perang di Irak.

Komentar Menteri Straw dikemukakan sementara parlemen Inggris mempertimbangkan rencana untuk memperkuat undang-undang anti-teror di negara itu. Jika diberlakukan, undang-undang baru ini akan membuatnya ilegal merencanakan serangan teroris atau membantu orang lain memperoleh pelatihan teroris. Pekan lalu, empat pembom bunuh diri menerpa sistem angkutan tanah London, menewaskan setidaknya 56 orang dan melukai lebih 700.

XS
SM
MD
LG