Tautan-tautan Akses

PBB dan Pemimpin Dunia Mengutuk Keras Pemboman London


Dewan Keamanan PBB telah mengeluarkan resolusi mengutuk pengeboman di London. Keputusan dengan suara bulat dicapai hari Kamis dalam sidang darurat dewan beranggota 15 negara itu, dimana Inggris memiliki kursi permanen.

Resolusi itu menyatakan belasungkawa bagi rakyat Inggris dan para korban empat pengeboman di London itu. Dikatakan, setiap tindakan terorisme mengancam perdamaian dan keamanan. Resolusi kutukan serupa dikeluarkan sesudah pengeboman atas keretaapi di Madrid tahun 2004, dan serangan 11 September 2001 di Amerika Serikat. Sekretaris Jenderal PBB Kofi Annan yang berada di Skotlandia menyertai para pemimpim negara-negara industri G-8 mengutuk keras serangan di London itu.

Pemerintah beberapa negara Timur Tengah mencela pengeboman di London. Presiden Syria Bashar al-Assad mengutuk serangan itu dalam pesan telegram kepada Perdana Menteri Tony Blair. Di Teheran, seorang jurubicara kementerian luar negeri Iran menyatakan dukacita bagi para korban dan keluarga mereka, dan mengatakan terorisme tidak pantas untuk mencapai tujuan apapun. Kerajaan Arab Saudi mengutuk peledakan itu dan mengatakan akan terus mendukung usaha lebih intensif dalam memerangi terorisme.

Para pejabat Israel dan Otoritas Palestina juga sama mengutuk pengeboman itu. Dan pemerintah Kuwait, Persatuan Emirat Arab, Libanon dan Turki juga mencela rangkaian serangan tersebut.

Negara-negara Asia mengutuk serangan maut atas sarana angkatan umum di London. Seorang jurubicara Kementerian Luar Negeri Cina mengatakan, Cina menentang terorisme dalam bentuk apapun, dan menambahkan bahwa siapa saja yang melancarkan serangan teroris dan menyebabkan korban sipil harus dikutuk sepenuhnya. Jurubicara itu juga mengatakan serangan itu menunjukkan masyarakat internasional masih harus menempuh jalan panjang dalam perang melawan terorisme.

Di Australia, Perdana Menteri John Howard mengatakan melalui radio nasional bahwa serangan itu tidak akan mengubah tekad negara-negara bebas – mengutip kata-katanya – “untuk melakukan hal yang benar”.

Dan di KTT G-8 di Skotlandia, Perdana Menteri Jepang Junichiro Koizumi mengatakan dia sangat marah oleh serangan di London itu. Katanya, terorisme sama sekali tidak dapat dimaafkan. Serangan gas Sarin atas jaringan kereta bawahtanah Tokyo tahun 1995 menewaskan 12 orang dan mencederai ribuan lainnya.

XS
SM
MD
LG