Tautan-tautan Akses

Iran Mengakui Pernah Memproses Plutonium Pada Tahun 1998


Iran telah mengakui pernah membuat plutonium, unsur kunci untuk membuat senjata nuklir, jauh lebih belakangan daripada yang diakui sebelumnya.

Dalam rancangan pidato yang akan diucapkan di depan Badan Energi Atom Internasional di Wina hari Kamis, pejabat IAEA Pierre Goldschmidt mengatakan, Iran mengakui memproses plutonium tahun 1998, lima tahun lebih belakangan daripada yang diakui sebelumnya.

Menurut rancangan pidato itu, Iran juga mengatakan, memperoleh teknologi kunci senjata nuklir di pasar gelap, lebih awal daripada yang dikatakan kepada para inspektur IAEA. Perunding senior Iran Sirous Nasseri mengatakan kepada wartawan hari Rabu, Iran seharusnya dipuji karena perannya dalam membantu mengungkapkan pasar gelap internasional untuk teknologi nuklir.

Di Wina, Nasseri mengatakan, pemerintah Iran bekerjasama dengan penyidikan PBB mengenai jaringan penyelundupan yang dipimpin ilmuwan Pakistan Abdul Qadeer Khan.

XS
SM
MD
LG