Tautan-tautan Akses

Meski Menangkan Pemilu Libanon, AS Tetap Anggap Hezbollah Kelompok Teroris


Gedung Putih mengatakan, tetap menganggap Hezbollah kelompok teroris, meskipun organisasi itu mengumpulkan suara besar dalam pemilihan anggota parlemen Libanon.

Jurubicara Gedung Putih Scott McClellan menegaskan sikap Amerika itu hari Senin, sehari setelah Hezbollah dan Gerakan Amal memenangkan ke-23 kursi parlemen dalam pemilu tahap kedua. Pemilu Libanon dilakukan empat tahap berdasar wilayah, dan akan berakhir tanggal 19 Juni.

Scott McClellan mengatakan kepada wartawan, pemerintahan Bush ingin agar Hezbollah dilucuti senjatanya. Ia juga menyatakan keprihatinan pemerintah Amerika mengenai campur tangan pihak luar di Libanon, dan menyebut serangan bom mobil yang menewaskan seorang wartawan anti-Suriah di Beirut pekan lalu.

Sementara itu, para pejabat PBB mengatakan, Sekjen PBB Kofi Annan akan segera mengirim utusan khusus ke Suriah untuk membahas penarikan Suriah dari Libanon. Jurubicara PBB mengatakan, Terje Roed Larsen, utusan khusus Kofi Annan dalam urusan penarikan Suriah dari Libanon, berencana menemui Presiden Bashar Al-Assad.

XS
SM
MD
LG