Tautan-tautan Akses

Amerika Serikat Tidak Menemukan Indikasi Bahwa Kitab Suci Al Quran Dihina di Penjara Militer Amerika


Departemen Luar Negeri Amerika telah menginstruksikan kedutaannya di seluruh dunia agar memberitahu masyarakat bahwa Amerika Serikat tidak menemukan indikasi atau bukti bahwa kitab suci Al Quran dihina di penjara militer Amerika. Pengumuman tersebut dikeluarkan kurang dari 24 jam setelah majalah Newsweek mencabut artikel yang mengungkapkan para interrogator Amerika di Guantanamo Bay, Kuba, membuang Al Quran ke dalam kakus sebagai cara mengusahakan agar tersangka teroris mau berbicara.

Para pejabat Amerika mengatakan, sebuah surat kawat telah dikirim kepada kedutan-kedutaan Amerika yang menginstruksikan untuk menjelaskan kepada pemerintah asing dan orghanisasi-organissai media bahwa Amerika menghormati semua keyakinan agama. Artikel yang dimuat dalam edisi tanggal 9 Mei menyulut protes dengan kekerasan di beberapa negara Muslim, termasuk Afghanistan, dimana paling sedikit 17 orang tewas. Berbicara di Tokyo hari ini, Menteri Luar Negeri Afghanistan Abdullah Abdullah menyatakan penyesalannya atas jatuhnya korban jiwa namun mengatakan bahwa protes-protes itu tidak mencerminkan sentimen anti Amerika yang menyebar luas di Afghanistan

XS
SM
MD
LG