Tautan-tautan Akses

Newsweek Meminta Maaf atas Kesalahan Berita di Penjara Militer Amerika di Teluk Guantanamo


Majalah Newsweek telah meminta maaf atas kesalahan dalam berita yang menuduh para interogator di penjara militer Amerika di teluk Guantanamo, Kuba, menghina al-Quran kitab suci Islam. Berita Newsweek edisi 9 Mei itu mencetuskan kemarahan di banyak negara Islam serta aksi protes yang menelan jiwa di Afghanistan, yang telah menyebabkan Amerika berjanji, akan menyelidiki tuduhan itu. Newsweek hari Minggu menyatakan penyesalan atas adanya kekeliruan dalam pemberitaanya.

Majalah itu juga menyampaikan belasungkawa yang dalam kepada para korban kerusuhan yang dicetuskan oleh laporan itu. Para ulama Islam dan pemuka suku di Afghanistan pada hari Minggu mengeluarkan resolusi menuntut tanggapan dari pihak berwenang Amerika Serikat. Pihak militer Amerika mengatakan, tidak menemukan bukti yang dapat dipercaya, bahwa para interogator melecehkan al Quran dalam upaya, agar para tersangka terror muslim, mau berbicara

XS
SM
MD
LG