Tautan-tautan Akses

Dialog Amerika Cina Ditingkatkan


Untuk pertamakalinya, Amerika dan Cina telah sepakat pada prinsipnya untuk melakukan perundingan tingkat senior secara teratur, guna membahas berbagai isu politik dan ekonomi. Para pejabat Amerika mengatakan, putusan ini mencerminkan meningkatnya peran global Cina, termasuk sebagai sponsor dalam perundingan mengenai program nuklir Korea Utara.

Para pejabat di Washington mengatakan, prakarsa bagi dialog baru yang lebih intensif datang dari Cina. Menteri Luar Negeri Amerika Condoleeza Rice menyampaikan kesediaan Presiden Bush menerima gagasan itu, ketika ia berkunjung ke Beijing bulan lalu.

Dalam jumpa pers di Washington, jurubicara Departemen Luar Negeri Richard Boucher mengatakan, rincian mengenai struktur dan jadual perundingan itu masih harus digarap bersama. Pihak Amerika dalam perundingan itu akan dipimpin Deputi Menlu Robert Zoellick.

Robert Zoellick mengatakan, kedua pihak telah melakukan dialog aktif mengenai isu-isu ekonomi, tetapi struktur baru nanti juga akan membahas peran politik Cina yang semakin meningkat di Asia dan di dunia, sebagai anggota tetap Dewan Keamanan PBB. Robert Zoellick menegaskan: “Ini mencerminkan meningkatnya peran Cina di Asia, di dunia dan dalam PBB sebagai anggota Dewan Keamanan, mengenai berbagai isu. Selama beberapa tahun, Amerika berhasil meningkatkan kerjasama dengan Cina dalam berbagai isu, seperti Korea Utara dan perang melawan terorisme.
Amerika perlu bekerjasama dengan Cina dalam isu Sudan.”

Menurut harian Washington Post, Presiden Cina Hu Jintao mengusulkan kepada Presiden Bush di Chile November lalu, agar kedua Negara melakukan yang disebutnya ‘dialog strategis’.

Namun ketika ditanya wartawan dalam jumpa pers, jurubicara Departemen Luar Negeri Richard Boucher tidak mau menggunakan istilah itu, yang biasanya digunakan untuk menyebut pembicaraan dengan sekutu-sekutu dekat. Boucher hanya menyebutnya sebagai ‘pembicaraan teratur tingkat senior’.

Meskipun ada perbedaan pendapat mengenai isu-isu perdagangan dan Taiwan, kerjasama Amerika Cina telah meningkat sejak serangan teroris 11 September 2001. Amerika mengharapkan bantuan Cina untuk membuat Korea Utara kembali ke meja perundingan enam Negara di Beijing, mengenai program nuklirnya.

Seorang diplomat senior Korea Utara berkunjung ke Beijing belum lama ini di tengah-tengah ramainya laporan bahwa Pyongyang sepakat kembali ke meja
perundingan seawal pertengahan bulan Mei. Tetapi Richard Boucher mengatakan, Washington belum diberitahu mengenai hal itu: “Ada beberapa pernyataan yang menunjukkan komitmen pada perundingan enam negara, tetapi belum ada komitmen tegas dari Korea Utara untuk kembali ke meja perundingan, atau tanggal kapan mereka mau kembali berunding. Cina terus berikhtiar mengusahakannya. Kami terus melakukan kontak dengan Cina dan pihak-pihak lain.”

Richard Boucher menegaskan kembali kesediaan Amerika kembali ke meja perundingan tanpa prasyarat. Ia mengatakan, Korea Utara seharusnya juga terbuka bagi diskusi serius untuk menyelesaikan masalah program nuklirnya, untuk mengakhiri keterkucilan negara itu dalam masyarakat internasional.

Perundingan enam Negara itu macet sejak pertemuan di Beijing bulan Juni tahun lalu. (voa/gollust/djoko)

XS
SM
MD
LG