Tautan-tautan Akses

Gereja Katolik Roma Mulai Berkabung 9 Hari Setelah Pemakaman Paus


Pelayat mengucapkan 'selamat tinggal' kepada jenazah Paus

Gereja Katolik Roma hari ini memulai masa berkabung 9 hari, setelah pemakaman Sri Paus Yohannes Paulus Kedua.

Selama masa berkabung, misa-misa khusus akan diadakan di Vatican, dipimpin oleh para kardinal yang akan memilih Paus baru.

Para Kardinal akan bertemu 18 April di balik pintu tertutup untuk memulai proses memilih pengganti Paus Yohannes Paulus Kedua.

Setelah misa Jumat kemarin, jenazah Sri Paus dimakamkan di bawah Basilica Santo Petrus dengan upacara secara tertutup.

Ratusan tamu kehormatan yang terdiri dari para raja, presiden, perdana menteri dan pemuka agama dari seluruh dunia, menghadiri upacara pemakaman itu. Presiden Bush yang memimpn delegasi Amerika mengatakan, Paus Yohannes Paulus Kedua meninggalkan warisan kasih saying dan perdamaian.

Ratusan ribu umat Katolik memadati Lapangan Santo Petrus dan jalan-jalan di sekitarnya di Roma untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Sri Paus. Upacara pemakanan itu disiarkan ke seluruh dunia.

Sri Paus, berasal dari Polandia, meninggal dunia Sabtu baru lalu pada usia 84 tahun setelah memimpin gereja Katolik Roma 26 tahun.

Sementara itu, Presiden Israel Moshe Katsav mengatakan dia berjabatan tangan dengan para pemimpin musuh bebuyutan Israel, Suriah dan Iran, pada upacara pemakaman Sri Paus Yohannes Paulus Kedua di Roma. Namun pemimpin Israel itu tidak membesar-besarkan arti penting diplomatik peristiwa itu.

Presiden Katsav duduk dekat Presiden Suriah Bashar Assad, yang negaranya secara resmi masih berperang dengan Israel. Katsav mengatakan kepada media Israel, kedua presiden itu saling tersenyum dan berjabatan tangan.

Presiden Katsav, yang lahir di Iran, mengatakan, dia juga berbicara dalam Bahasa Farsi dengan Presiden Iran Mohammad Khatami mengenai kota yang sama tempat kelahiran mereka. Iran tidak mengakui Negara Yahudi.

Katsav mengatakan kepada televisi Israel, jabatan-tangan tersebut dilakukan demi sopan-santun dan tidak mengandung arti politik. Kantor berita resmi Suriah menyebar luaskan komentar-komentar itu. Namun, Presiden Iran Mohammad Khatami menyangkal keras telah berlangsung jabat-tangan.

XS
SM
MD
LG