Tautan-tautan Akses

Petugas Berpacu dengan Waktu untuk Kendalikan Reaktor Nuklir Jepang


Ledakan pertama, Sabtu (12/3) di reaktor nomor satu PLTN Fukushima.

Ledakan pertama, Sabtu (12/3) di reaktor nomor satu PLTN Fukushima.

Pekerja di PLTN telah memompakan air laut ke dalam reaktor untuk mendinginkan batang-batang panas tersebut dan mencegahnya meleleh, tetapi panas menyebabkan air laut langsung menguap.

Petugas berjuang untuk mendinginkan tiga reaktor nuklir di Jepang timur laut yang dilanda gempa guna mencegah kemungkinan pelelehan di PLTN Fukushima, Jepang. Mereka mengatakan batang bahan bakar yang terlalu panas di salah satu reaktor telah meledak dua kali.

Pekerja di PLTN telah memompakan air laut ke dalam reaktor untuk mendinginkan batang-batang panas tersebut dan mencegahnya meleleh, tetapi panas menyebabkan air laut langsung menguap.

Sekretaris Kabinet Jepang Yukio Edano mengatakan, Senin, bahwa petugas akan terus melakukan pendinginan, dengan harapan situasi akan berangsur stabil. Sebelumnya, sebuah ledakan menyobek atap dan dinding luar reaktor lainnya di PLTN yang sama, ledakan kedua sejak gempa bumi dan tsunami dahsyat pada Jumat.

Kalau suhu panas ini menyobek kontainer reaktor ini, hal ini bisa mengakibatkan pelepasan radiasi besar dengan konsekuensi kesehatan yang serius.

Hampir 200.000 orang sudah dievakuasi dari daerah sekitar Fukushima dan PLTN lainnya. Sekitar 600 orang masih berada dalam rumah dekat PLTN Fukushima dan dianjurkan untuk tinggal di dalam rumah.

Ledakan pertama di salah satu dari ketiga reaktor itu terjadi pada hari Sabtu. Pejabat mengatakan bahwa baik ledakan tersebut maupun ledakan, Senin, tidak memecahkan kontainer reaktor, dan mereka berpendapat bahwa tidak ada pelepasan radiasi yang besar.

Para insinyur juga menyalurkan uap dari PLTN untuk mengurangi tekanan yang bertambah. Hidrogen dalam uap ini diperkirakan telah bercampur dengan oksigen, sehingga menyebabkan dua ledakan.

Sementara keprihatinan masih terfokus pada krisis nuklir ini, sebuah usaha penyelamatan dan bantuan besar-besaran berlangsung, Senin, sementara jutaan orang menghadapi malam keempat tanpa pemanasan dan makanan.

Korban tewas akibat gempa dan tsunami ini diperkirakan akan mencapai lebih dari 10.000 orang.

XS
SM
MD
LG