Tautan-tautan Akses

Ribuan Pekerja Migran Belum Dapat Meninggalkan Libya


Seorang pekerja migran dari Nigeria yang melarikan diri dari kekacauan di Libya menunggu di penyeberangan Ras Jdir, perbatasan Libya dan Tunisia.

Seorang pekerja migran dari Nigeria yang melarikan diri dari kekacauan di Libya menunggu di penyeberangan Ras Jdir, perbatasan Libya dan Tunisia.

Tempat-tempat penyeberangan di perbatasan Libia penuh sesak oleh ribuan pekerja pendatang yang melarikan diri dari pertempuran.

Sementara kekerasan berlanjut antara pasukan Libya dan pemberontak yang berusaha menggulingkan Moammar Gaddafi, badan-badan bantuan berusaha keras menanggulangi krisis pengungsi yang dipicu oleh konflik tersebut.

Tempat-tempat penyeberangan di perbatasan Libya telah penuh sesak dengan ribuan pekerja migran yang melarikan diri dari pertempuran tersebut, sementara para pejabat bantuan internasional mengatakan banyak yang masih terjebak di Libya.

Laporan-laporan berita terbaru mengutip para pekerja pendatang bercerita mengenai perlakuan kejam oleh pasukan yang setia kepada Gaddafi. Mereka mengatakan tentara pro-Gaddafi mengambili barang-barang mereka, termasuk uang dan telepon genggam.

Banyak di antara pengungsi adalah pekerja pendatang dari Afrika sub-Sahara, yang menurut laporan juga diserang oleh pemberontak bersenjata karena mereka kelihatan seperti tentara bayaran Afrika berkulit gelap, yang diyakini telah dibawa Gaddafi untuk melawan pemberontakan tersebut.

Organisasi Migrasi Internasional (IOM) mengatakan kira-kira 215.000 pekerja migran telah menyeberangi perbatasan-perbatasan Libya dengan Tunisia, Mesir dan Niger sejak tanggal 20 Februari. Tetapi, para pejabat IOM mengatakan jumlah orang yang melarikan diri dari Libya telah jauh berkurang dalam beberapa hari terakhir.

XS
SM
MD
LG