Tautan-tautan Akses

Semakin Banyak Rakyat Tiongkok Miliki Kendaraan Pribadi

  • Stephanie Ho

Seorang pengendara sepeda di Beijing menembus kemacetan lalu-lintas. Jumlah kendaraan pribadi meningkat lebih cepat dibanding kapasitas jalan raya di Tiongkok.

Seorang pengendara sepeda di Beijing menembus kemacetan lalu-lintas. Jumlah kendaraan pribadi meningkat lebih cepat dibanding kapasitas jalan raya di Tiongkok.

Semakin terjangkaunya mobil pribadi bagi masyarakat Tiongkok, membuat sesaknya jalanan kota-kota Tiongkok. Mobil juga menjadi simbol status yang penting di negara ini.

Warga Tiongkok semakin menggilai mobil. Hal ini terlihat jelas dalam Beijing Asian Games Village Automobile Exchange di mana bisa disaksikan semakin orang untuk datang, tak hanya untuk melihat-lihat, tapi juga membeli mobil.

Seorang editor website Tiongkok, Alice Wu, selalu bepergian dengan kereta tanah bawah, namun ia mengaku dapat bepergian lebih cepat kalau ia mengedarai mobilnya sendiri.

Wu mengatakan ia butuh waktu tiga jam perjalanan untuk pergi ke kantor setiap harinya, sedangkan kalau ia membawa mobilnya sendiri, perjalanan yang sama hanya membutuhkan waktu dua jam.

Bisnis yang Besar

Asian Games Village Automobile Exchange adalah salah satu dealer mobil terbesar di Beijing. Guo Yong yang menjabat sebagai General Manager mengatakan setiap pekannya terjual sekitar 2.000 mobil.

Guo berkata bahwa zaman sekarang jauh lebih mudah bagi warga Tiongkok untuk membeli mobil. Beda dengan sebelumnya, di mana warga harus menabung bertahun-tahun sebelum terkumpul cukup uang untuk membeli mobil. Kini, tutur Guo, mereka hanya perlu menabung selama setahun untuk bisa membeli kendaraan pribadi.

Dengan adanya mobil-mobil yang harganya terjangkau seperti Chery dan BYD, semakin banyak penduduk Tiongkok yang mampu memiliki mobil.

Kemacetan Lalu-lintas

Selama berpuluh-puluh tahun, kebanyakan penduduk Tiongkok mengendarai sepeda atau bis atau kereta. Tapi, sekarang di banyak daerah, jumlah mobil bertambah lebih cepat dibandingkan peningkatan kapasitas jalan raya. Ini berakibat pada meningkatnya kemacetan di kota-kota Tiongkok.

Sudah selama bertahun-tahun Guo Liang ingin membeli mobil, dan bila jadi, ia akan menjadi orang pertama di keluarganya yang memiliki mobil. Ia mengaku macetnya lalu-lintas di Beijing tidak menciutkan niatnya membli mobil.

Apabila terlalu macet, ia akan menggunakan mobilnya hanya untuk plesir atau berlibur dengan keluarganya, jelas Guo.

Pelanggan lain bernama Zhang Mexin bertempat tinggal di Xi'an, tapi bekerja di Beijing, yang jaraknya lebih dari 900 kilometer dari rumahnya.

Zhang berkata bahwa sangat sulit mendapatkan tiket kereta api untuk kembali ke rumah saat perayaan tahun baru Tiongkok. Selain itu, ia juga punya bocah bayi, yang tidak akan merasa nyaman naik kereta yang berdesakan. Jika ia mempunyai mobil sendiri, ia dapat bebas menetukan kapan saja dan ke mana saja ia mau pergi.

Simbol Status

Spesialis Transportasi dari Bank Dunia Shomik Mendhiratta berkata bahwa mobil adalah sesuatu yang didambakan masyarakat di mana pun di dunia.

"Mendapatkan mobil dapat membuat masyarakat dirinya menjadi bagian kelas menengah ke atas" kata Mendhiratta. "Dengan memiliki mobil, status mereka naik. Ini terutama terasa bagi mereka yang tidak pernah memiliki mobil sebelumnya.

Dan, sebagai seorang calon pembeli mobil berumur 26 tahun, Alice Wu mengatakan, seorang pria yang bermobil akan tampak lebih menarik di mata perempuan generasinya yang sedang mencari pasangan hidup. Ia menambahkan bahwa dirinya sebenarnya tidak peduli apakah kekasihnya memiliki mobil atau tidak, tetapi sebuah mobil dapat menjadi tambahan 'nilai jual' sang pria.

XS
SM
MD
LG