Tautan-tautan Akses

AS Tetap Minta Tiongkok Desak Korea Utara untuk Hentikan Provokasi


Marinir Korea Selatan menonton pidato Presiden Korsel Lee Myung-bak tentang serangan Korut.

Marinir Korea Selatan menonton pidato Presiden Korsel Lee Myung-bak tentang serangan Korut.

Amerika tidak antusias menanggapi seruan Tiongkok untuk melakukan pembicaraan darurat dengan Korea Utara pasca-serangan artileri Korut ke Korea Selatan.

Tiongkok menyerukan pembicaraan darurat pasca-serangan Korea Utara, tapi Amerika menanggapi usulan tersebut dengan hati-hati.

Seorang juru bicara Departemen Luar Negeri hari Minggu mengatakan Amerika sedang mempertimbangkan usulan Tiongkok. Tetapi ia juga mengatakan perundingan enam pihak tidak dapat menggantikan tindakan Korea Utara untuk melaksanakan kewajiban dan mematuhi gencatan senjata Perang Korea tahun 1953.

Para pejabat Amerika menyerukan kepada Tiongkok untuk mendesak Korea Utara agar menghentikan provokasi dan bertindak dengan penuh tanggung jawab untuk kepentingan perdamaian dan stabilitas.

Presiden Korea Selatan Lee Myung-bak memperingatkan bahwa Seoul akan bereaksi "keras" terhadap provokasi lainnya dari Korea Utara. Ia berencana untuk berpidato kepada rakyat Korea Selatan hari Senin.

Pasukan Amerika dan Korea Selatan sudah memulai latihan perang empat hari di lepas pantai Pasifik Korea, yang disebut Pentagon sebagai latihan dengan melibatkan "senjata api sungguhan."

Latihan militer bersama AS-Korea Selatan ini direncanakan sebelum ketegangan terbaru muncul antara Korea Utara dan Korea Selatan. Tapi Korea Utara mengutuk latihan militer tersebut sebagai upaya memulai perang.

XS
SM
MD
LG