Tautan-tautan Akses

AS

Dukung ISIS, Pria AS Dituduh Rencanakan Serang Pangkalan Militer


Kantor Departemen Kehakiman Amerika di Washington DC (foto: dok).

Kantor Departemen Kehakiman Amerika di Washington DC (foto: dok).

John Booker (20 tahun) hari Jumat (10/4) ditahan ketika ia dan agen-agen federal yang menyamar bertemu dekat pangkalan militer untuk meledakkan "bom palsu".

Departemen Kehakiman Amerika hari Jumat (10/4) mengatakan seorang laki-laki dari Topeka, Kansas telah dikenai tuduhan di pengadilan federal karena berusaha untuk meledakkan sebuah bom mobil di sebuah pangkalan militer sebagai bagian dari rencana untuk mendukung ISIS.

Departemen Kehakiman mengatakan John Booker usia 20 tahun hari Jumat (10/4) ditahan ketika ia dan agen-agen federal yang menyamar bertemu dekat pangkalan militer untuk meledakkan bom yang tidak diketahuinya bom palsu.

Wakil Jaksa Agung Amerika Carlin mengatakan tersangka ingin melancarkan serangan tersebut atas nama ISIS. Ia juga dituduh berusaha menyediakan dukungan material bagi organisasi teroris asing tersebut.

Jika terbukti bersalah Booker bisa menghadapi hukuman maksimum, seumur hidup penjara.

Departemen Kehakiman mengatakan Booker menganggap Fort Riley sebagai sasaran yang tepat “karena pangkalan militer itu terkenal dan banyak tentara yang bertugas di sana”.

Tuduhan itu juga mengatakan Booker diduga menghabiskan waktu berbulan-bulan untuk membahas berbagai rencana sebelum memutuskan misi bunuh diri. Departemen Kehakiman mengatakan Booker juga mengatakan kepada seseorang bahwa ia lebih menyukai serangan bunuh diri karena ia tidak akan ditangkap dan semua bukti akan musnah.

XS
SM
MD
LG