Tautan-tautan Akses

Iran Desak Barat Cabut Persyaratan Jelang Dialog Nuklir


Menteri Luar Negeri Iran, Ali Akbar Salehi mengatakan, berbagai persyaratan Barat terkait dialog nuklir 'sama sekali tidak berarti.'

Menteri Luar Negeri Iran, Ali Akbar Salehi mengatakan, berbagai persyaratan Barat terkait dialog nuklir 'sama sekali tidak berarti.'

Iran telah memastikan akan bertemu dengan negara-negara Barat hari Sabtu di Istanbul, tetapi mendesak mereka mencabut berbagai persyaratan sebelum dialog nuklir itu.

Dewan Keamanan Nasional Agung Iran hari Senin mengkonfirmasi akan bertemu lima negara anggota permanen Dewan Keamanan PBB – Amerika, Tiongkok, Rusia, Inggris dan Perancis – plus Jerman. Iran menghendaki untuk melangsungkan dialog lebih jauh di Baghdad, Irak di kemudian hari untuk membahas program nuklirnya yang kontroversial.

Belum ada tanggapan langsung dari negara-negara Barat. Iran menolak melakukan dialog di Istanbul, Turki karena menurutnya pemerintah Turki telah ikut menentang sekutunya, Suriah.

Negara-negara besar di dunia mengatakan dialog, yang pertama sejak Januari 2011, seharusnya menghasilkan pengekangan proses pengayaan uranium kadar tinggi di Iran dan penutupan lokasi pengembangan nuklir bawah tanah.

Tetapi Menteri Luar Negeri Iran, Ali Akbar Salehi, hari Senin mengatakan kepada media Iran bahwa berbagai persyaratan mengenai dialog itu “sama sekali tidak berarti.”

Negara-negara Barat curiga Iran hendak membuat senjata nuklir. Iran membantah tuduhan itu dan berkeras kegiatan nuklirnya murni untuk mengembangkan listrik dan riset kesehatan.

Kepala badan nuklir Iran, Fereidoun Abbasi, hari Minggu mengatakan kepada media negaranya mungkin akan mengurangi produksi uranium berkadar tinggi.

Abbasi mengatakan Iran kelak mungkin akan mengurangi produksi uranium berkadar 20 persen menjadi berkadar 3,5 persen – kemurnian yang diperlukan untuk menghasilkan listrik – setelah menghasilkan cukup bahan bakar untuk menjalankan reaktor risetnya.
XS
SM
MD
LG