Tautan-tautan Akses

AS

AS: Korut Dalam Jalur Menuju Pengucilan Lebih Jauh


Jurubicara Departemen Luar Negeri AS, Victoria Nuland (foto: dok).

Jurubicara Departemen Luar Negeri AS, Victoria Nuland (foto: dok).

Amerika mengatakan peluncuran roket ataupun ujicoba nuklir di masa depan oleh Korea Utara hanya akan semakin mengucilkan pemerintah komunis tersebut.

Jurubicara Departemen Luar Negeri Amerika, Victoria Nuland, mengatakan hal itu setelah foto-foto intelijen Korea Selatan, yang diperoleh VOA, menunjukkan apa yang tampak seperti persiapan ujicoba nuklir ketiga Korea Utara.

Nuland mengatakan ia tidak dapat mengkonfirmasi apakah Korea Utara sedang bersiap melakukan tes nuklir lagi, selain peluncuran roket jarak jauh yang direncanakan bulan ini. Ia mendesak Tiongkok agar menggunakan pengaruhnya untuk membujuk Korea Utara agar tidak meneruskan rencana peluncuran roketnya.

Duta besar Amerika untuk PBB Susan Rice memperkirakan PBB akan menanggapi secara seksama peluncuran roket atau uji nuklir Korea Utara.

Rice mengatakan kepada televisi CNN Senin bahwa peluncuran roket oleh Korea Utara merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap kewajiban internasional berdasarkan resolusi PBB. Menurut Duta Besar Rice, uji nuklir akan mendorong dilangsungkannya pertemuan Dewan Keamanan,

Korea Utara berkeras roket itu, yang akan diluncurkan antara 12 dan 16 April, hanya akan mengangkut satelit cuaca, tetapi Amerika dan Korea Selatan mengatakan peluncuran itu adalah ujicoba misil balistik.

Para pejabat antariksa Korea Utara hari Minggu melakukan sesuatu yang langka dengan mengijinkan wartawan asing, termasuk dari VOA, melihat roket itu. Para wartawan mengatakan ketiga tahap roket Unha-3 telah berada di landas pacu di fasilitas antariksa Tongchang-ri di propinsi pantai barat negara itu.

Jang Myong Jin, manajer situs peluncuran, mengatakan berdasarkan Traktat Antariksa, setiap negara berhak mengembangkan teknologi antariksa untuk tujuan damai.

Menanggapi pertanyaan VOA, Jang Myong Jin menepis kecaman bahwa Korea Utara kini mengembangkan teknologi sekalipun negara itu sedang mengalami kekurangan pangan yang parah.
XS
SM
MD
LG