Tautan-tautan Akses

Ilmuwan Temukan Sumber Air Besar di Kenya Utara


Foto udara daerah kering di Turkana, Kenya utara (foto: dok).

Foto udara daerah kering di Turkana, Kenya utara (foto: dok).

Penemuan yang diumumkan hari Rabu (11/9) itu disampaikan dengan menggunakan teknologi satelit canggih dan merupakan hasil kerjasama pemerintah Kenya dan UNESCO.

Para ilmuwan mengatakan mereka telah menemukan cadangan air bawah tanah yang sangat besar di daerah Turkana – Kenya, salah satu daerah yang paling kering dan paling miskin di Kenya.

Penemuan yang diumumkan hari Rabu itu disampaikan dengan menggunakan teknologi satelit canggih dan merupakan hasil kerjasama pemerintah Kenya dan UNESCO.

Studi itu menemukan dua “aquifers” – lapisan batu-batuan dan tanah berisi air – di daerah yang diyakini mengandung sedikitnya 250 milyar kubik meter air, atau hampir dua kali jumlah air yang dikonsumsi rakyat Kenya saat ini.

UNESCO mengatakan pengeboran telah memastikan keberadaan “aquifers” itu tetapi uji lebih lanjut dibutuhkan untuk menentukan kualitas dan kuantitas air tersebut.

Daerah Turkana – yang berbatasan dengan Uganda, Sudan Selatan dan Ethiopia – adalah salah satu bagian paling panas dan paling dilanda kemarau di Kenya.

PBB mengatakan 17 juta warga Kenya – sekitar 40% dari jumlah penduduk negara itu – kurang memiliki akses atas air bersih.

Para pejabat Kenya mengatakan temuan baru ini akan membantu pemerintah menanggapi kebutuhan rakyat dengan lebih baik, tidak hanya di Turkana dan daerah-daerah kering lainnya, tetapi juga di seluruh Kenya.
XS
SM
MD
LG