Tautan-tautan Akses

Usaha Pencarian Minyak di Karibia Meningkat


Salah satu pulau tujuan wisata di Bahama (foto: dok). Negara-negara di Karibia meningkatkan upaya pencarian minyak karena kekhawatiran dihapusnya subsidi minyak oleh Venezuela.

Salah satu pulau tujuan wisata di Bahama (foto: dok). Negara-negara di Karibia meningkatkan upaya pencarian minyak karena kekhawatiran dihapusnya subsidi minyak oleh Venezuela.

Sejak meninggalnya Presiden Venezuela Hugo Chavez, usaha pencarian minyak di lepas pantai di kawasan Karibia tampak meningkat belakangan ini.

Usaha pencarian minyak di lepas pantai di kawasan Karibia tampak meningkat belakangan ini, khususnya sejak Presiden Venezuela Hugo Chavez diketahui menderita penyakit kanker dua tahun yang lalu dan akhirnya meninggal bulan ini.

Chavez sebelum ini memberikan bantuan minyak bernilai 14 milyar dolar tiap tahun bagi sejumlah negara di Karibia dengan menjual minyak murah kepada mereka.

Banyak negara khawatir bahwa pemerintahan Venezuela yang baru akan mengakhiri subsidi minyak yang sangat dibutuhkan oleh banyak negara kepulauan di kawasan itu.

Didorong oleh kekhawatiran tersebut, di berbagai negara di Karibia - mulai dari kepulauan Bahama sampai ke Kuba, Aruba dan Suriname - banyak perusahaan minyak internasional sedang antri untuk berusaha mencari minyak di kawasan lepas pantai yang diperkirakan kaya akan minyak itu.

Trinidad dan Tobago sampai saat ini adalah satu-satunya negara penghasil minyak besar di kawasan Karibia, dan perairan lepas pantainya tampak dipenuhi oleh anjungan-anjungan minyak. Trinidad dan Tobago terletak hanya 11 km di sebelah utara Venezuela, negara yang punya deposit minyak terbesar di dunia, kata kantor berita Associated Press.
XS
SM
MD
LG