Tautan-tautan Akses

Thailand Peringatkan Lebih Banyak Bom di Selatan


Perdana Menteri Yingluck Shinawatra (ke-3 dari kiri) menjenguk korban luka-luka akibat pemboman di provinsi Hat Yai Songkhla, Thailand selatan (2/4).

Perdana Menteri Yingluck Shinawatra (ke-3 dari kiri) menjenguk korban luka-luka akibat pemboman di provinsi Hat Yai Songkhla, Thailand selatan (2/4).

Pihak berwenang Thailand Senin memperingatkan kemungkinan serangan gerilyawan lebih lanjut di Thailand selatan.

Hari Senin, pihak berwenang Thailand memperingatkan kemungkinan terjadinya serangan bom baru setelah mengidentifikasi tersangka dalam pemboman hari Sabtu di pusat perbelanjaan yang menewaskan 14 orang dan melukai lebih dari 300 di Thailand selatan.

Polisi mengatakan, pemboman tersebut merupakan hasil kerja pemberontak beraliran keras di provinsi Yala. Pada hari Senin, Perdana Menteri Yingluck Shinawatra terbang ke sana untuk mengunjungi yang terluka dan berbicara dengan para pejabat keamanan lokal.

Serangan di lokasi parkir sebuah pusat perbelanjaan menewaskan tiga orang, termasuk seorang pria Malaysia, di ibukota provinsi, Hat Yai. Di kota Yala yang bertetangga, sebuah truk pickup meledak, mengguncang serentetan restoran dan toko di daerah komersial yang padat dengan pembeli menjelang liburan Tahun Baru Thailand.

Sejak 2004, pemberontakan di propinsi Yala, Songkhla, Pattani dan Narathiwat, yang penduduknya mayoritas Muslim dan berbatasan dengan Malaysia, telah merenggut lebih dari 5.000 jiwa walaupun operasi keamanan telah dilakukan secara besar-besaran.
XS
SM
MD
LG